Why should you study overseas?

Hari ini dapat pelajaran cukup penting selama jadi mahasiswa, begitu pentingnya pendidikan, dan luasnya tempat di mana kita bisa menuntut ilmu. Kita ketahui bumi memiliki luas sekitar 510.072.000 km2, yang artinya begitu besar dan luas juga peluang kita mengejar mimpi kita, di mana pun, kapan pun, dengan siapa pun, dalam menuntut ilmu tentu harus tetap berprasangka baik.

Sekedar iseng awalnya browsing tentang jenjang pendidikan master yang ada di Amerika, salah satunya di sekolah impian saya sendiri yaitu Colorado School of Mines. Kurikulum tentang geologi sangat berkembang di sekolah itu, semua risetnya uptodate, dan cabang geologinya juga lengkap, sangat mengagumkan!

Ada kolom khusus untuk mahasiswa internasional, tempat perkumpulan, beasiswa, mau pun artikel-artikel bebas. Kemudian ada satu yang menarik, yaitu artikel yang berjudul “why should you study overseas?”. Beberapa menit membaca, menghasilkan tekad kuat bagi saya melanjutkan pendidikan di Amerika. Insya Allah!

Berikut artikelnya…

Reasons to Study Overseas

 

Personal
Study overseas can be a life changing experience. Living and studying in another culture teaches you valuable information about the world and its people. It also provides an opportunity for increasing your fluency in the country’s language.

 

Independence

It teaches you important aspects about yourself and your ability to cope in new situations and adapt to another culture.

 

World View

Studying abroad expands your understanding of other cultures and increases your global competence.

 

Future Career Opportunities

Studying overseas looks good on your resume. International education can provide a significant edge in seeking a job during the present competitive job market. In several multinational corporations an individual will not be considered for middle management unless they have a demonstrated international background or experiences. An employer will take a chance on an applicant whose record shows adaptability, flexibility, and respect.

 

Your Mines diploma may get you the job, but an international transcript will demonstrate your ability to succeed in a difficult environment.

 

Window of Opportunity

When, for the rest of your life, will you have this rare opportunity to immerse yourself in another culture? You can travel after you graduate from CSM but you will always be a tourist.

 

Dunia yang terlihat oleh mata bukan hanya di Indonesia, keluar, telusuri hingga ke ujung batas. Bekal ilmu yang didapat selama perjalanan pasti berguna dan berpeluang besar membawa kita ke tahap kesempurnaan, dan kesempurnaan pada diri kita alangkah mulianya apabila membawa manfaat untuk orang banyak.

Taman Mungil di Selatan Kota Malang : Pulau Sempu

Kami para anggota klub bagpacker Geologi Undip, bernama G-Trex (Geology Traveler & Explorer) akhirnya berhasil melakukan perjalanan singkat untuk pertama kalinya menjelajahi Timur Pulau Jawa dengan tujuan Pulau Sempu pada tanggal 16 September 2011.

Sedikit mengulas tentang klub bagpacker G-Trex. G-Trex tepatnya terbentuk saat saya dan beberapa kawan Geologi yang sedang melakukan pemetaan batubara di Bintuni Papua Barat mencetuskan untuk membuat suatu kelompok bagpacker khusus untuk mahasiswa geologi Undip, tujuannya sederhana, memfasilitasi teman-teman yang memiliki hobi jalan-jalan dan menjelajah agar bisa berkeliling Indonesia bahkan dunia. Anggotanya terdiri dari seluruh tim pemetaan Bintuni, saya, Harizona, Ariel, Wisnu, Ardiana, Aldilla, Udhi, Amaz, Hendra, kemudian ditambah teman-teman ekspedisi Bukit Barisan dan yang lainnya, Dimas, Gebyar, Farah, Mbk Anis, Mbk Jenian, dan Eki.

Perjalanan diawali dengan berkumpulnya seluruh anggota yang akan berangkat di Gedung Serba Guna (GSG) UNDIP lama. Semua peralatan dicek, kemudian siap-siap berangkat menuju terminal Terboyo Semarang. Perjalanan ini kita rencanakan menggunakan bus angkutan umum dengan rute Semarang – Surabaya – Malang – P. Sempu.

Perjalanan jauh dimulai dengan tujuan pertama yaitu Kota Surabaya, berangkat pukul 7 malam dari Terminal Terboyo menggunakan bus ekonomi “Sinar Mandiri”, tanpa AC, berdesakan, aroma yang bermacam-macam, campur jadi satu menhasilkan sensasi yang luar biasa, hawa bagpacker begitu terasa. Sekitar 6 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di stop site pertama, Terminal Bungurasih Surabaya dini hari.


Read more »

Di Saat Yang Lain Mengguncang Media, Saatnya Kembali Mengguncang Dunia

Tidak sedikit pemuda Indonesia terutama mahasiswa, yang punya mimpi besar untuk negeri ini.  “Perubahan, revolusi, perubahan, revolusi”, setiap hari mengguncang media bak ombak di pantai. Tapi apa yang membuat mereka (termasuk saya) lupa bercermin, melihat pribadi lebih dalam. Sudah sejauh mana pergerakan yang kita ciptakan sehingga mulut kita pantas untuk menyerukan perubahan?

Jangan dikira “gerombolan si Berat” takut dengan ancaman para mahasiswa perusuh yang mengaku sebagai revolusioner, jangan dikira Soeharto tumbang akibat ulah mahasiswa yang menduduki gedung Senayan. Lalu setelah Soekarno tumbang ketika itu, siapa yang kemudian bertanggung jawab kemudian Indonesia kembali dalam ruang kediktatoran. Pemuda memang sebagai agen penggerak yang sangat berpotensi dan punya kekuatan yang besar sekali, tetapi kerap lupa dengan arah ambisi yang mereka buat sendiri, sehingga mudah saja dikelabui kaum-kaum tua yang ada di seberang jalan.

Pemuda yang mengaku mahasiswa, punya cita-cita yang besar membangun negeri. Tidak harus turun ke jalan berteriak memamerkan urat leher. Ketegangan di jalanan lebih mulia lagi apabila diarahkan langsung tepat sasaran, turun ke masyarakat menyampaikan hasil karya nyata yang kita buat dengan jerih payah kita sendiri. Penyebab lambannya pembangunan mungkin salah satunya karena lebih banyak orang yang berbicara menuntut ini itu tanpa bisa apa-apa, apa lagi membuat sesuatu yang berarti. Miris terkadang melihat kaum elit berdebat di layar kaca dan tidak sedikit di antara mereka yang bertengkar, tanpa ada hasil, malahan bersifat provokatif. Belum bisa membuat sesuatu sudah banyak melontar tuntutan, belum menghasilkan manfaat sudah takut tidak dihargai, belum mengatakan apa-apa sudah takut dikritik. Kritis itu sangat dibolehkan, tetapi tetap visioner, jelas kemana arah tujuan, dan kemana kritikan itu harus disampaikan.

Yang marak sekarang, banyak golongan yang cuma berani berbicara, tampil seolah sebagai pahlawan pembela bangsa. Berbicara tentang rakyat, tetapi bertemu langsung dengan masyarakat pun belum pernah. Dan yang lebih parah, hanya berkicau di situ-situ saja, berkomentar tentang kebusukan pemerintah, seolah-olah pernah merasakan menjadi seorang presiden di negeri nan luas dan beragam ini.

Sekali lagi saya tekankan, “mahasiswa”, kaum intelek bangsa ini. Belajar yang rajin, mengaplikasikan ilmu, menjadi ahli di bidang masing-masing, turun langsung ke masyarakat demi menyampaikan karya nyata, sangat jauh lebih puitis dibandingkan memperbanyak pembicaraan kosong demi mendapat simpati masyarakat. Dunia ini semata-mata butuh bukti kawan, tidak hanya wacana. Dalam keadaan saat ini, diam sungguh berharga dari emas itu sendiri.

Ada lagi yang mau bicara?

HUT Kemerdekaan RI – Refleksi Jiwa Bangsa Indonesia

“Memaknai sejarah, mengumpulkan kekuatan, optimis menyongsong kemajuan di masa depan..!! “

 

 

Peringatan hari ulang tahun yang setiap tahun kita peringatkan selayaknya suatu alarm global bagi rakyat Indonesia, dalam mengenang jasa para jenius negarawan yang telah mendahului kita. Mereka dengan gagasan brilian telah membawa pemikiran yang hingga kini masih dipegang teguh oleh kita semua yaitu Pancasila dan UUD. Memang terlihat seperti rutinitas yang sengaja diulang-ulang saja, ketika tiba tanggal 17 Agustus, serentak seluruh rakyat dibanjiri euforia kemerdekaan, di situ terngiang tentang kesejahteraan, kebahagiaan, keadilan, dalam pidato tahunan sang pemimpin, memberi angin segar dan harum. Penghuni kolong jembatan, gelandangan, orang-orang miskin kelaparan seakan mendapat jaminan bahwa penderitaan mereka tidak akan lama lagi akan berakhir. Semoga saja.

Mari kita lihat 66 tahun yang lalu, para ahli, para pejuang, para pendidik serentak kompak mengumpulkan kekuatan demi merebut kemerdekaan yang sudah menjadi milik kita semenjak raja-raja kuno masih berkuasa. Di tengah kondisi negara yang sangat memprihatinkan, pendidikan yang jauh dari standar, jiwa-jiwa mulia dengan berani mengatakan tidak pada kolonialis, dan bekerja keras demi sebuah pergerakan. Soekarno, Hatta, Syahrir, dll, sosok yang dinanti-nanti saat itu untuk menjawab keluh kesah rakyat dan keputusasaan. Inilah kekuatan mereka. Mental kepemimpinan penuh cita-cita yang diwariskan hingga saat ini tetap membekas membatu dalam diri tiap manusia Indonesia.

Tidak mudah memaknai sebuah kemerdekaan, waktu 66 tahun pun bahkan belum cukup dirasa. Dalam 23 tahun pertama semenjak 1945, tantangan begitu besar, pembelajaran tentang demokrasi, dari sistem presidensial hingga terpimpin. Arena ini dijadikan wadah belajar paling bersejarah bagi Indonesia, di mana balita yang mencoba untuk bangkit kemudian jatuh, hanya bentuk roda berkehidupan di tengah ambisi dan keegoisan banyak pihak. Setelah itu ada kekuatan militer yang berkuasa, pembangunan dan pengembangan dinomorsatukan, kekuatan terpusat, ekonomi kuat, rakyat diam, tak berani bergumam. Sehingga dibutuhkan 32 tahun lagi untuk belajar melihat arti dari sebuah reformasi. Di awal reformasi juga tidak mudah. Korupsi, pers yang melebihi batas, rahasia-rahasia terkuak, wakil rakyat yang meledak, budaya kesenian dan pulau yang dirampas, mafia, dan masih banyak lagi. Semua tersistemkan dengan rapi semenjak gelora reformasi dikumandangkan. Banyak yang mempertanyakan tentang apa saja yang akan direformasi, sistemnya? Atau orang-orangnya? Reformasi yang belum tuntas itulah yang menjadi agenda pekerjaan rumah kita hingga hari ini. Pelajarilah, lalu selesaikan!

Apa yang terjadi sekarang? Apakah tetap meratapi nasib yang seperti ini? Pancasila dan UUD bukan sekedar pajangan di dinding-dinding sekolah. Tidak banyak orang menyadari roh yang dikandung dalam tulisan-tulisan itu. Betapa besar pengorbanan, tumpah darah, dan kemuliaan sejarah yang ditorehkan oleh mereka para pelopor. Betapa banyak kepentingan orang yang dipikirkan hingga lahirnya gagasan itu. Apakah kesejahteraan, keadilan, kebahagiaan bagi seluruh rakyat Indonesia akan tetap bertengger di panggung bernamakan “mimpi dan cita-cita” saja?

Para generasi muda yang berhak menjawab pertanyaan di atas!

Bapak Anies Baswedan mengatakan bahwa kesejahteraan rakyat yang ada dalam pancasila dan UUD adalah sebuah janji kemerdekaan! Benar sekali. Ini menandakan bahwa semua itu memang harus direalisasikan oleh segenap rakyat, seluruh golongan, tidak terkecuali. Bukan hanya jadi puisi indah bersama kibaran merah putih. Ini sudah jadi kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia yang sadar tentang nilai-nilai kemerdekaan.

Tidak ada lain yang patut kita pertaruhkan demi kemajuan di masa depan selain sikap POSITIF dan OPTIMIS terhadap semua hal di negeri ini. Di tengah-tengah keterpurukan, bukan keluhan dan ratapan yang semestinya digembor-gemborkan, hanya akan menambah penderitaan saja karena energi negatif yang kita tanam dalam-dalam di hati sanubari kita sebagai bangsa yang putus asa tetap akan tumbuh menjulang. Pemuda indonesia, yang memiliki ambisi positif, yang kerap mengutamakan pemikiran kepentingan global, yang akan siap mengembalikan tatanan jiwa-jiwa hampa dan sepi bangsa Indonesia yang telah sekian lama jatuh, untuk bersiap mengumpulkan kekuatan penuh demi kemajuan dan kemerdekaan yang sebenar-benarnya di masa yang akan datang. Kapan itu semua terlaksana? Seberapa siap kita menunaikan kewajiban untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki? Sudah pantaskah kita dikatakan sebagai agen perubahan? Hati nurani kita lah yang berani menjawab!

“Dirgahayu Republik Indonesia, terbanglah tinggi garudaku”

PEMUDA INDONESIA

Febry Irfansyah_Semarang – 16/8/11

Catatan makna Idul Adha

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni’mat yg banyak. Maka dirikanlah salat krn Tuhanmu dan sembelihlah hewan . Sesungguhnya orang-orang yg membenci kamu dialah yg terputus?

Pemberian ni’mat oleh Allah kepada manusia tak terhingga. Anak isteri dan harta kekayaan adl sebagian ni’mat dari Allah. Kesehatan dan kesempatan juga ni’mat yg sangat penting. Manusia juga diberi ni’mat pangkat kedudukan jabatan dan kekuasaan. Segala yg dimiliki manusia adl ni’mat dari Allah baik berupa materi maupun non materi. Namun bersanmaan itu pula semua ni’mat tersebut sekaligus menjadi cobaan atau ujian fitnah atau bala? bagi manusia dalam kehidupannya. Allah berfirman ?Dan ketahuilah bahwasanya harta kekayaanmu dan anak-nakmu adl fitnah . Dan sesungguhnya Allah mempunyai pahala yg besar?.

Meskipun Allah memberikan ni’mat-Nya yg tak terhingga kepada manusia tetapi dalam kenyataan Allah melebihkan apa yang diberikan kepada seseorang daripada yg lain. Sehingga ada yg kaya raya cukup kaya miskin bahkan ada yang menjadi seorang papa gelandangan berteduh di kolong langit. Demikian juga ada yg menjadi penguasa ada yg rakyat jelata. Ada pimpinan/ kepala dan ada bawahan / anak buah. Ini semua juga dalam rangka cobaan bagi siapa yang benar-benar mukmin dan siapa yg hanya mukmin di bibir saja.
Read more »

Catatan pesan untuk kebudayaan Indonesia

Tiba-tiba perasaan jadi berubah gelap ketika mendengar kabar bahwa salah satu budaya nasional kita yaitu “tari pendet” yang berasal dari pulau dewata ini diklaim oleh negera tetangga. Entah apa yang menjadi alasan konkrit mereka sehingga merasa telah melahirkan budaya ini yang jelas-jelas seluruh dunia telah mengetahui dan mengakui bahwa tarian indah yang selalu dibawakan oleh gadis-gadis bali tersebut memang tercipta di negeri kita tercinta.

tari-pendet
Tidak jelas duduk perkara yang terjadi dalam kondisi nasional saat ini. Sangat banyak krikil-krikil penghalang yang datang untuk menjatuhkan barisan yang siap untuk dijalankan. Sayang sekali apabila krikil-krikil itu dibiarkan begitu saja. Sejenak mendengar pembicaraan kerabat di salah satu situs jejaring sosial yang mendiskusikan tentang hal ini. Ada yang mengatakan bahwa sudah jelas karena kinerja pemerintah yang kurang perhatian dengan budaya nasional. Memang sudah ada sebuah departemen yang menangani masalah budaya seperti ini, tetapi kenapa masalah hak paten tetap saja bisa kecolongan?
Read more »

Catatan PUISI sebelum PUASA

Sekilas di sini akan dibahas mengenai hakikat tentang puasa yang selama ini menjadi ibadah rutin bagi seluruh umat islam di muka bumi. Alhamdulillah ternyata penantian selama kurang lebih satu tahun lamanya, akhirnya dapat kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan yang barakah dimana Allah SWT menyediakan kesempatan kepada kita semua untuk bisa mendekatkan diri kepada-Nya dengan bonus pahala ibadah yang berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan lainnya. Berikut adalah pemaparan yang diambil dari beberapa referensi.

Image044

Puasa menurut Quran adalah dari kata “shiyam” yang merupakan bentuk jamak dari “shaum”, sebetulnya kurang tepat jika shiyam itu diartikan puasa sebab arti akar katanya adalah “to refrain” yang dalam bahasa Indonesia berarti “menahan diri” atau “menghindari berbuat sesuatu” jadi menahan diri dari rasa lapar (tidak makan dan minum) hanyalah merupakan salah satu bentuk dari “menahan diri” yang mempunyai arti luas.  Bahkan dalam Quran (19:26) diceritakan bahwa Maryam disuruh untuk shaum bicara (bentuk kata tunggal) atau puasa dari bicara atau tutup mulut saja, dan bukan berhenti makan dan minum sehingga membolehkan bayi Isa berbicara sebagai mukjizat. Kata shaum dan shiyam muncul 7 kali dalam Quran dan shiyam muncul dalam konteks atau thema disiplin diri dan juga muncul shiyam sebagai bentuk hukuman. Dalam surat Al-Baqarah  ayat 183 dijelaskan bahwa keharusan “menahan diri” ini sudah ditetapkan pada manusia melalui utusan-utusan jauh –jauh sebelumnya. Hal ini masuk akal karena “menahan diri” secara umum (bukan sekedar puasa) selalu menjadi unsur yang penting dalam hal disiplin diri terutama dalam hal memahami text wahyu Tuhan. Inilah sebetulnya konteks atau thema utama dalam surat Al-Baqarah itu, yaitu disiplin dalam memaham text Quran secara mandiri melalui shiyam.

“Bulan-bulan Ramadhan (shahrul ramadhana), dimana teks (Quran) diturunkan sebagai petunjuk (al-Huda) bagi manusia dan Pembeda/criteria (Furqon). Barang siapa dari kamu menyaksikan (shahid, to witness) bulan-bulan itu maka dia hendaknya shiyam. Dan barangsiapa sakit atau safar maka sejumlah yang sama dihari lain. Tuhan menginginkan kemudahan dan bukan kesulitan. Dan agar kamu dapat memenuhinya dan agungkanlah Tuhan yang mana Dia telah membimbingmu agar kamu berterima kasih” (Al-Baqarah 185)
Read more »

Ritual Geoscientist menuju pembangunan Jembatan Jawa – Sumatera

Telah lahir sebuah ide bombastis tentang pembangunan jembatan berskala besar yang akan menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau jawa sejak tahun 2004 silam hingga mendapat persetujuan dari pemerintah pusat setelah lama berbincang dengan gubernur seluruh Sumatera. Akhirnya pada waktu dekat ini mega proyek itu pun akan segera dilanjutkan. Dari pemberitaan media di tahun 2008 yang menyatakan

Pembangunan jembatan Jawa-Sumatera senilai Rp 90 triliun dipastikan akan terus dilanjutkan. “Tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,” kata Ketua Forum Gubernur se-Sumatera Ismet Abdullah usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor presiden.

Pertemuan gubernur se-Sumatera ini, kata Ismet, membahas infrastruktur di pulau tersebut. Selain jembatan antarpulau, Gubernur Kepulauan Riau ini memastikan rencana pembangunan jalan tol di Sumatera akan berlanjut.

Ismet juga menjelaskan bahwa pemerintah pusat memberikan wewenang penanganan jalan tol dan kelistrikan ke pemerintah daerah.

Pertemuan juga membahas masalah pembalakan liar di Sumatera. “Kami sepakat masalah ruwet tidak bisa jadi ukuran semata, tapi harus melihat ke depan,” kata Ismet. (tempo).

Terpampang jelas persetujuan yang didapat dari pertemuan tersebut hingga memaksa banyak otak untuk berpikir tentang kelayakan dan kemampuan pembangunan jembatan raksasa tersebut. Dibuktikan dengan berlangsungnya penyerahan hasil Pra Study Kelayakan Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) kepada Gubernur Banten Ratu Atut Choisyiah dan Gubernur Lampung Sjachrudin ZP beberapa waktu yang lalu.

Jembatan

Dipastikan dari pemerintah akan melakukan sebuah studi pendahuluan yang akan melibatkan banyak pula ilmuwan yang sekiranya berhubungan dengan objek ini. Pada saat yang sama, para geoscientist juga tetap mengambil jatah lebih dan biasanya menjadi patokan terakhir dalam persetujuan pembangunan. Mengapa tidak? proses pembangunan tentu terjadi di bumi dan bumi sudah tentu merupakan nadi seorang geoscientist🙂.

Akhirnya setelah lama memeras otak, beberapa point penting juga keluar dan menjadi fakta utama dalam proyek “ambisius” ini. Read more »

Black Box zaman Pra Kambrium di pulau Sumbawa – NTB

Berikut ini adalah sebuah catatan lapangan dari sang ahli geologi Indonesia yaitu Pak Awang Satya (BPMIGAS) yang pada waktu lalu telah melakukan kegiatan eksekursi dengan beberapa kawan geologi di dunia profesi menuju suatu pulau terpencil di sebelah utara pulau Sumbawa, NTB yang ternyata menyimpan harta geologi maha indah.


Menyelami sebuah danau kecil di sebuah pulau kecil bernama Satonda adalah seperti melihat awal kehidupan di planet Bumi. Minggu lalu, kami berempat belas dari BPMIGAS, bersama dua dosen geologi dari UGM (Pak Agus Hendratno dan Pak Salahuddin Husein) dan seorang pejabat sekaligus geologist dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) (Pak Heryadi Rachmat) mendatangi pulau di seberang kaki Gunung Tambora, Sumbawa ini.

satonda-2

Mengapa kami jauh-jauh dari Jakarta mendatangi pulau kecil yang gambarnya belum tentu ada di setiap atlas anak sekolah ini ? Untuk mencapainya saja dibutuhkan angkutan udara, darat, dan laut selama 18 jam.

Target utama kami adalah ingin mempelajari “stromatolit” – struktur terumbu gampingan berlaminasi yang tersusun oleh mikroba bakteri dan ganggang (suka disebut sebagai sembulan mikrobialit). Stromatolit mendominasi lautan di planet Bumi pada kurun PraKambrium. Ia adalah bentuk pertama struktur kehidupan yang masif. Organisme mikroba prokariotik yang melakukan fotosintesis ini telah membuat atmosfer Bumi pada PraKambrium yang miskin oksigen menjadi berangsur kaya oksigen. Tragisnya, semakin kaya oksigen, kehidupan multisel semakin berkembang di lautan PraKambrium, dan organisme multisel inilah yang memakan bakteri dan ganggang pembuat stromatolit. Maka, memasuki masa Paleozoikum Atas, struktur stromatolit hampir tidak pernah ditemukan lagi. Lalu mengapa tiba-tiba stromatolit ini muncul di danau modern (Kuarter) Satonda ?
Read more »

Inilah 20 Top Sites di Indonesia

The top 100 sites in Indonesia
1.Facebook
facebook.com
A social utility that connects people, to keep up with friends, upload photos, share links and videos.
2.Google.co.id
google.co.id
google.co.id
3.Yahoo!
yahoo.com
Personalized content and search options. Chatrooms, free e-mail, clubs, and pager.
4.Google
google.com
Enables users to search the Web, Usenet, and images. Features include PageRank, caching and translation of results, and an option to find similar pages. The company’s focus is developing search technology.
5.Blogger.com
blogger.com
Free, automated weblog publishing tool that sends updates to a site via FTP.
6.YouTube
youtube.com
YouTube is a way to get your videos to the people who matter to you. Upload, tag and share your videos worldwide!
7.WordPress.com
wordpress.com
Free blogs managed by the developers of the WordPress software. Includes custom design templates, integrated statistics, automatic spam protection and other features.
8.Kaskus – Komunitas Indonesia
kaskus.us
Forum komunitas online dengan anggota dari berbagai negara dan memiliki beragam topik diskusi dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
9.detik..com Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.